Surabaya, 9 November 2024 – Dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2024, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengadakan acara Mujahadah Pejuang Nahdlatul Ulama di Surabaya. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu ini menjadi ajang bagi para kader dan tokoh NU untuk bermunajat, memohon berkah, serta menghubungkan kembali sanad perjuangan dengan para muassis, pejuang, dan santri yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia melalui *Resolusi Jihad* yang digagas oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.
Dari Kota Blitar, rombongan PCNU ikut hadir dalam kegiatan ini dengan sejumlah tokoh dan pengurus yang turut serta dalam perjalanan spiritual tersebut. Di antara peserta dari Kota Blitar adalah:
1. KH. Mukhtar Lubby, M.A.
2. Dr. KH. Habib Bawafi, M.H.I.
3. Sarianto
4. Dwi Juni. K
5. KH. Kusnuri
6. H. Hanafi
7. M. Nuzul Romadon
8. Mahbub
9. Faisal
10. Bapak H. Suwanto
11. Bapak Zaenal M.
12. Bapak Amin
13. Bapak Sidiq Purnomo
14. Bapak H. Handoko
15. Bapak Athoi
16. Bapak Anwar Sanusi
17. Bapak Nurudin
18. Bapak Widodo
19. M. Ainus Shodiq (Sekretaris MWC Sukorejo)
20. M. Maskur (Turi)
21. Saikhu Muzamil (Banser)
22. Sakri (Banser)
23. Sukamdi (Banser)
24. Rochani (Patihan)
25. Yana (Patihan)
26. Muhtar (Patihan)
Selain itu, puluhan kader Ansor dari Kota Blitar juga turut serta dalam rombongan ini. Para peserta dari Blitar bergabung dengan ratusan kader Nahdlatul Ulama dari berbagai wilayah di Jawa Timur dalam mujahadah yang berlangsung khusyuk.
Makna dan Tujuan Mujahadah Pejuang NU
Mujahadah ini tidak hanya sekedar ritual doa, namun juga menjadi momentum bagi para kader NU untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri yang telah berkorban membela kemerdekaan bangsa. Resolusi Jihad yang digagas oleh KH Hasyim Asy’ari menjadi titik balik yang menggerakkan santri dan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman kolonial. Melalui mujahadah ini, PWNU Jawa Timur ingin mengingatkan generasi penerus tentang arti penting berpegang teguh pada perjuangan para ulama dan menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan.
Acara berlangsung dalam suasana penuh keheningan dan khidmat. Setiap doa dan lantunan zikir yang dipanjatkan menjadi bentuk pengabdian dan penghormatan kepada para pejuang dan ulama yang telah mendahului. PWNU Jawa Timur berharap agar semangat juang ini terus hidup di dalam diri setiap kader NU, khususnya para pemuda yang akan menjadi penerus perjuangan organisasi ini.
Acara Mujahadah Pejuang NU di Surabaya ini tidak hanya memperkuat ikatan spiritual antara santri dan ulama, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antar-kader NU dari berbagai wilayah. Dengan adanya kegiatan seperti ini, NU berharap dapat terus menjaga dan memperkokoh nilai-nilai perjuangan dan persatuan dalam bingkai ke-Indonesiaan yang diridhai oleh Allah SWT.





0 Comments